Search"gara-gara"

Gara-gara Ciuman

logo-sensorPostingan ini merupakan sekuel ke-6 dari serial postingan “Gara-gara” yang ada.

Judulnya agak hot ya, kayak cabe-cabean beneran. Tapi emang gitu kenyataannya. Sekitar kuartal ke-4 tahun lalu saya nonton film bareng adik-adik sepupu —jangan ngebayangin nontonnya di bioskop.
Selengkapnya

Gara-gara Eek Embek

Hihi, maaf judulnya agak gimanaa gitu. Ya abis mau pake judul lagi…?

Ya kher. Sebagai coder, tentunya kita merasa senang apabila program yang kita tulis dipakai oleh orang lain, terlebih yang memakai adalah banyak orang, dan digunakan untuk keperluan yang baik, tentunya.

Seperti yang saya alami beberapa hari ini. Rasa pusing saat ngoding (apalagi waktunya libur saya nggak bisa libur) seolah sirna (untuk sementara, red) tatkala program yang saya pakai tersebut diakses dan digunakan oleh banyak orang untuk menuju jalan kebaikan. Ya, jalan menuntut ilmu syar’i. Paling enggak, semoga saya kecipratan pahalanya dikit-dikit. 😀

Selengkapnya

Gara-gara Gak Baca

Selama ini kalau malem-malem laper nggak kepikiran gerayangan gentayangan ke minimarket buat nyari makanan, mungkin karena kelaperan itu kali yah jadi pikirannya ikutan mampet. Tapi malem itu bener-bener beda, nggak tau kenapa. Dan yang aneh adalah belum ngantuk sama-sekali meskipun baru saja datang dari Pemalang setelah selesai liburan. Yang mana biasanya jam sepuluh malem aja udah tepar.

Tapi bisa jadi belum ngantuk karena Dots. Bisa jadi sih. Atau mungkin karena di kereta dan bis udah kelamaan tidur.

Selengkapnya

Gara-gara Titik Dua

titik-dua
[SEBAGIAN TEKS DISENSOR…]

Dengan asumsi Sistem Operasi adalah Windows, seperti yang kita ketahui bahwa sebuah file pada komputer dapat kita hapus, edit, rename dan lain-lain. Nah, tapi ada beberapa kondisi dimana sebuah file tidak bisa kita apa-apakan, entah itu copy, cut, rename, open, apalagi edit. Selengkapnya

Gara-gara Obat

obat pilek dan batukMenindaklanjuti postingan Gara-gara Susu yang sebelumnya saya publikasikan, kemarin siang akhirnya dengan terpaksa saya mencoba untuk pergi ke klinik Tong Fang untuk menemui Pak Bud (bukan nama perawat sebenarnya) untuk berobat, tentunya. Maka diberilah saya dua lembar barisan tablet yang  terbungkus dalam alumunium foil panjang. Selengkapnya

« Older posts

© 2019 Miftah Afina

Theme by Anders NorénUp ↑